Senin, 15 Agustus 2016

SWEET COUPLE [JAE-NA COUPLE] Chapter 1



2016 © CHOI_LEEZY
Title :: Sweet Couple
Cast :: Na Jaemin of SMROOKIES and Nakamoto Hina of SMROOKIES
Support Cast :: Lee Jeno of SMROOKIES,Nakamoto Yuta of NCT 127 and Kim Sungkyung of SMROOKIES
Genre :: Romantic,school life,friendship,AU
Rating :: PG-16
Length :: Multi Chapter
Recommended Song : Taeyeon feat DEAN – Starlight, ASTRO – Cat’s Eye,ASTRO  – Morning Call
Note :: Haii…haii perkenalkan namaku Emma Nur Cahyanti,dan aku 02Line.Aku juga asal Lampung.Dan ini ff pertamaku semoga pada suka ya ^^.
Dan cerita ini murni dari neuron otak aku.Jadi tolong hargai karya orang lain.
Pemain dalam FF ini bisa berubah-ubah ya…


Summary : Ya Tuhan Hina-ku itu memang benar-benar imut!^^


— 2016 July, 18th – 09.50 AM KST —
Seoul of Perfoming Arts High School – 16-26 Ori-ro 22na-gil, Guro-gu,Seoul

Choi seonsaengnim sedang menjelaskan sistem pencernaan pada manusia di papan tulis.Tetapi,toh nyatanya tak hanya sebagian dari kelas 1-C yang memperhatikan penjelasan guru di depan.Ada yang sudah tertidur pulas,ada yang sedang bermain game di belakang buku paket,ada juga yang sedang chattan ria malah ada yang sedang menggunakan earphone di dalam kelas.
Penjelasan panjang lebar Choi ssaem membuat sebagian penghuni kelas 1-C tambah pusing.Kecuali beberapa anak yang masih dengan tekun memperhatikan apa saja yang Choi ssaem tulis di papan tulis.Lagi pula Choi ssaem sudah terlalu malas untuk meladeni anak-anak yang bandel dan yang tak ingin mengikuti peraturan sekolah.
8 menit lagi bel istirahat akan berbunyi,tetapi nyatanya waktu yang tersisa 8 menit ini mereka menunggu seperti selama 8 tahun,tak kunjung berbunyi.
Choi ssaem berbalik menghadap kearah anak muridnya.Lalu wanita berusia 35 tahun tersebut mulai berbicara.

“Waktu pelajaran saya hanya tinggal 8 menit lagi,tolong kalian kerjakan buku paket Biologi kalian halaman 116.Disitu terdapat 15 soal,jadi kerjakan 15 soal tersebut dalam waktu 8 menit”

Titah dari Choi ssaem malah menambah kejengkelan para murid yang lain.Mereka merutuki bel istrirahat yang tak kunjung berbunyi,akhirnya mereka mengerjakan tugas yang di berikan Choi ssaem dengan malas-malasan.

Seorang gadis cantik dan manis dengan tenang mengerjakan soal-soal yang tertera.3 menit pertama gadis itu sudah menyelesaikan 5 soal.Tangannya dengan lihai menulis jawaban soal demi soal.Dan saat gadis itu ingin menulis jawaban nomor 9,ada sebuah kertas kecil yang digulung dengan rapih di atas mejanya.Gadis itu mengalihkan perhatiannya sejenak dari soal paketnya.Gadis itu menengok kanan-kiri mencari orang yang sudah melempar kertas tersebut.
Gadis itu membuka gulungan kertas tersebut dan mendapati tulisan :

“Apa yang sedang kau lakukan?Kenapa serius sekali,hm?”

Gadis itu berdecih kecil sebagai jawaban,dalam waktu singkat seperti ini namja itu masih saja mengganggunya.Aigoo~…
Yang mengirim surat kecil tersebut sudah pasti pria yang duduk sejajar dengannya tetapi berbeda jarak 2 meja darinya.
Gadis itu menggeleng lalu ia juga membalas surat tersebut;

“Jangan macam-macam! Aku tidak ingin dihukum Choi ssaem jika aku tidak mengerjakan soal yang beliau berikan.Memangnya kau sudah selesai?”

Gadis itu menggulung lagi kertasnya lalu meleparnya dengan hati-hati,takut kalau Choi ssaem melihat aktivitasnya.Lalu gadis itu fokus lagi mengerjakan soal nomor 9 tak butuh waktu lama gadis itu ternyata sudah menyelesaikan 12 soal,tinggal 3 soal lagi.Tetapi sialnya pemuda tersebut tak bisa membebaskan gadis itu  untuk mengerjakan soalnya dengan tenang.Gulungan surat tersebut datang lagi.Lalu dengan sedikit kesal gadis itu membuka suratnya.

“Apa masih lama? Ingin lihat milikku? Eits…tetapi ada imbalannya”

Gadis tersebut mendengus sebal,sudah ia duga bahwa pemuda tersebut licik.Gadis itu membalas lagi suratnya dengan cepat tentunya.Choi ssaem walaupun terlihat baik tetapi dia sebenarnya guru killer yang tersembunyi.Dan sialnya kenapa gadis itu mendapatkan guru tersebut mengajar di kelas 1-C.

“Memangnya kau sudah selesai?”

Surat itu sudah sampai pada pemuda tersebut,dan dengan gesit gadis itu melanjutkan lagi mengerjakan soalnya.Dan akhirnya ketika 3 menit lagi waktu akan berakhir gadis tersebut sudah menyelesaikan tugasnya.Huft…cukup menguras tenaga,yahh walaupun soal-soal tersebut tidak terlalu sulit sih.Akhirnya gadis itu bangkit dan maju untuk mengumpulkan tugasnya.Lalu ia duduk kembali di tempat duduknya.Dan bertepatan dengan itu pemuda itu melihat kearahnya.Dan gadis itu juga melirik kearahnya.Dan dengan senyum―menyebalkannya―pemuda itu melambaikan tangannya.Akhirnya bel istirahat berbunyi dan Choi ssaem keluar kelas diikuti dengan para siswa yang lainnya.Tak lupa Sooha dan Minsoo membantu Choi ssaem untuk membawa buku tugas kelas 1-C.
Gadis itu merapikan alat tulisnya dan ia tak sadar bahwa pemuda yang tadi menganggunya tersebut sedang duduk sambil menopang dagu dengan telapak tangannya sambil tersenyum.
Lalu pemuda tersebut datang menghampiri gadis imut tersebut.

“Yak! Sedang apa sih? Serius sekali sampai aku diacuhkan,”tanya pemuda tersebut.

“Tidak penting” singkat,tajam,menusuk dan padat,ciri khas gadis tersebut jika sedang berbicara dalam keadaan mood yang jelek.

“Hey…apa kau marah? Mian mian,habis…kau lucu sekali sih,”pemuda itu mencolek dagu gadis tersebut.

“Cih! Dasar Na Jaemin menyebalkan!!”gadis itu melipat kedua tangannya.

“Tetapi aku merasa beruntung”

Gadis itu menoleh “Maksudmu?

“Aku bisa mendapatkan hati dari seorang Nakamoto Hina dan menjadikannya pacarku,dia itu pendiam tapi manis,” Jaemin merangkul pundak kekasihnya―Hina―sambil melemparkan senyuman manis.

“Dan sayangnya aku tidak termakan oleh rayuan mu itu Jaemin sayang,”Hina melipat kedua tangannya.

“Selain pendiam ternyata kau juga judes ya? Baiklah,bagaimana kalau kita makan saja?”tawar Jaemin sambil melepaskan rangkulannya.

Geurae,kajja! Aku sudah lapar dari tadi”Hina bergelayut manja di lengan Jaemin dan Jaemin mengacak rambut Hina pelan.

Hina dan Jaemin berjalan beriringan selama menuju ke kantin.Banyak fangirls Jaemin yang menatap Hina iri,bagaimana tidak? Gadis itu dengan berhasil dekat bahkan menjadi pacarnya Jaemin.Tentu saja tidak semua fangirl Jaemin menyukai hubungan Hina dan Jaemin.Sebenarnya banyak yang tidak suka dengan hubungan Hina dan Jaemin,tetapi mereka tidak ingin membully Hina karena ternyata walaupun kenyataannya gadis itu pendiam,ia memiliki keberanian yang tidak bisa dipandang remeh.Akhirnya mereka berdua sampai di kantin,sesampainya di kantin mereka mengedarkan pandangannya dan mereka melihat seseorang yang menyuruh mereka bergabung.

“Jaemin-a,Hina-ya! Ayo kesini!”ujar seseorang tersebut.Jaemin dan Hina menghampiri meja tersebut.Ternyata ada Lee Jeno dan Kim Sungkyung.Mereka adalah teman sekelas Jaemin dan Hina,mereka juga berpacaran.

“Wah,wah ada yang kencan ya?”ujar Hina sambil duduk di samping Sungkyung,gadis bermarga Kim tersebut menoleh “Aniyo,tadi Jeno mengajak ke kantin bareng.Dan kebetulan aku juga tidak membawa bekal hari ini,”ujar Sungkyung yang diakhiri dengan senyuman tipis.
Hina hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.
Geurae! Apa kalian sudah memesan makanan?”tanya Jaemin kepada Jeno.

“Belum,tadi kami baru sampai lalu kami melihat kalian jadi sekalian saja ajak bergabung,”

“Oke kalau begitu,aku dan Jeno akan memesan makanan.”

“Sungkyung-a kau ingin pesan apa?”tanya Jeno.Gadis tersebut tampak berfikir “Aku ingin tteokbokki dan jus strawberry saja”

“Kau Hina-ya,ingin pesan apa?”giliran Jaemin yang bertanya.

“Aku bulgogi dan jus jeruk saja deh”

“Baiklah,kalian tunggu disini oke!”
Kedua namja tersebut pergi untuk memesan makanan,sementara Hina dan Sungkyung mengobrol.Sesekali mereka tertawa karena mengingat masa SD mereka yang terbilang konyol.
“Oh ya Sungkyung-a,kapan Jeno menembakmu?”Hina melipat kedua tangannya di atas meja.
“Sekitar 2 bulan yang lalu,kalau kau sendiri kapan Jaemin menyatakan cintanya?”Sungkyung mengetuk-ngetuk meja kantin pelan.
“4 bulan yang lalu”Sungkyung menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.
“Yak! Hina-ya apa kau tahu,minggu lalu ada sunbae yang menembak Jaemin di perpustakaan”ujar Sungkyung sambil menopang dagunya dengan punggung tangannya.Hina yang tertarik pun mendekatkan wajahnya sambil menopang dagunya.
“Oh ya? Kau tahu darimana Sungkyung-a?”ucap Hina.
“Aku dan Hana tak sengaja mendengar pembicaraan Jaemin dengan Ahn Suyeon sunbaenim yang sedang menembak Jaemin”
“Ahn Suyeon? Bukankah dia sunbae kelas 2-F ‘kan?”Hina memotong pembicaraan Sungkyung.
“He’em,dan Jaemin menolaknya.Dan yang lebih parahnya lagi ia tahu bahwa Jaemin sudah berpacaran dengan kau,bahkan ia rela walau harus backstreet di belakangmu.Cih! Benar-benar konyol,”
“Tentu saja Jaemin menolak karena selain aku sudah berpacaran dengannya aku dengar bahwa Suyeon sunbae memiliki perilaku yang bisa dibilang buruk.Ia sering membolos sekolah hanya dengan alasan yang sepele,lalu ia pernah membully hoobae dan setingkatnya,pokoknya ia sering tercap jelek”
“Ah~! Jadi itu ya alasan Jaemin menolak Suyeon sunbae,kurasa juga Suyeon sunbae tidak benar-benar tulus menyatakan perasaannya kepada Jaemin,”
“Awas saja kalau Jaemin selingkuh di belakangku,dia akan benar-benar habis di tanganku!”Hina mengepalkan tangannya posisi siap meninju.Sungkyung yang melihat Hina hanya tertawa.
“Ini dia bulgogi dan jus jeruk pesanan Hina”Jaemin menaruh nampan berisi bulgogi dan jus jeruknya.
“Dan ini tteokbokki dan jus strawberry pesanan little lady Sungkyung,”Jeno juga manaruh nampan berisi pesanan Sungkyung.
“Hem gomawo,eo”ujar kedua gadis tersebut bersamaan.Sedangkan kedua pemuda tersebut hanya mengangguk.


— 2016 July, 18th – 16.10 PM KST —
SOPA Basemant – 16-26 Ori-ro 22na-gil, Guro-gu,Seoul

Hina sedang menunggu seseorang di basemant sambil mengemil ice cream rasa vanilla dan coklat kesukaannya.Lalu ia melihat arlojinya,sekarang pukul 16.13 KST dan bel pulang sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu.Jadi masih banyak para siswa yang berkeliaran di sekitar sekolah.Sudah hampir 10 menit gadis itu menunggu di basemant tersebut tetapi orang yang di tunggunya belum muncul juga.Gadis itu berinisiatif untuk menghubungi ponsel pemuda tersebut lewat LINE nya.

From : AyameHina_07
To : Baby Jae^^

“Kau dimana?”

Send! 16.16 KST

Sambil menunggu balasan,Hina membuka akun LINE kakaknya yang ia tebak pasti masih di kampus.Ia juga membuka postingan tentang K-pop terbaru.Tak lama setelah itu ponsel Hina berbunyi menandakan ada pesan LINE masuk.

To: AyameHina_07
From : Baby Jae^^

“Aku sedang di perpustakaan membantu Kwon ssaem merapikan buku-buku sastra Korea,tunggu aku sebentar lagi aku sudah selesai”
Accepted 16.18 KST

Ia juga hari ini banyak menolong orang mulai dari Lee ssaem untuk membantu membawa mikroskop ke ruang laboratorium,hoobaepindahan dari Kanada yang tidak tahu ruang guru,Ilhoon sunbae yang blazernya tertumpah cola dan Yui yang tadi minta tolong untuk untuk mengajarkan rumus fisika.Baiklah,ia memang bukan siswa yang aktif di sekolahnya ataupun murah senyum kepada siapa pun.Dia termasuk orang yang kaku bersosial,bahkan ia saja tidak tahu sejak kapan ia dan Jaemin menjadi dekat dan akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih.Karena sedang melamun ia tak sadar bahwa pemuda yang ia tunggu-tunggu sedang berlari menuju kearahnya.

“Hosh...Mianhh...hoshh...aku terhhlambat,”ujar Jaemin sambil memegang bahu Hina.Hina yang sedikit kaget hanya menatap Jaemin.

“Kau berlari?”tanya gadis itu sambil memandang heran Jaemin.Dan pemuda berusia 16 tahun tersebut hanya mengangguk sebagai jawabannya,ia masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.Keringatnya membanjiri kening,pelipis dan leher pemuda tersebut,ia tebak pasti pacarnya itu berlari dari perpustakaan menuju ke basemant.Ya tuhan...Na Jaemin.

“Kenapa harus berlari eo? Jalan ‘kan bisa.”Hina mengeluarkan sapu tangannya dari dalam saku blazernya.Lalu gadis itu menyeka keringat yang ada di kening,pelipis sampai dagu pemuda tersebut.Jaemin hanya diam saja sambil matanya melihat wajah Hina yang sedang serius menyeka keringatnya.Senyum manis terkembang di bibir Jaemin.Sudah ia katakan bahwa ia adalah pemuda yang beruntung,mendapatkan hati seorang Nakamoto Hina yang pendiam,kaku dan juga judes.

“Kalau aku tidak berlari nanti kaunya menungguku terlalu lama”balas pemuda tersebut sambil merapikan anak rambut pacarnya yang tertepa angin sore.Gadis itu sangat suka menggunakan poni yang menutupi keningnyawalaupun tidak secara penuh.

“Aku saja baru sampai”Hina sudah selesai membersihkan keringat Jaemin namun sebelum tangannya benar-benar menjauh dari wajah Jaemin pemuda tersebut menangkap tangannya.Hina mendongak melihat wajah Jaemin.

Geojitmal...”ujar Jaemin sambil menatap manik mata Hina.Hina yang terkejut pun hanya memalingkan wajahnya―kemana saja―yang penting tidak melihat kearah Jaemin.

Aniya!”sanggah Hina sambil melepaskan tangannya.

Pemuda bermarga Na tersebut tentu dengan mudah mendeteksi kebohongan Hina.Dan ia malah sengaja menarik Hina agar jatuh kearahnya,karena tubuhnya belum siap tentu saja Hina tertarik kearah pemuda tersebut.dan posisi mereka sekarang sedang  ergh...berpelukan.Dengan Jaemin yang memegang pinggang Hina dan Hina yang sedang menyenderkan kepalanya di dada Jaemin.Dasar sialan pemuda ini,sengaja betul agar Hina jatuh kearahnya.

“Kau tentu saja berbohong,Nakamoto Hina”ujar Jaemin sambil menampilkan smirknya.

Aniya,kalau aku bilang tidak ya tidak!”masih mengelak juga rupanya gadis tersebut hm.

“Kau habis makan ice cream ‘kan?”tanya Jaemin sambil menatap mata Hina.

“Darimana kau tahu?”gumam Hina pelan yang masih terdengar Jaemin.Jaemin meraih dagu runcing gadis itu lalu mengecup ujung bibir Hina yang masih ada sisa ice cream yang tadi ia makan.Hina yang terkejut hanya membulatkan matanya.Astaga!! Ini di sekolah Na Jaemin!! Kenapa k-kau...!! Hah~ sudahlah.

Ciuman tersebut tidak sampai 10 detik lalu Jaemin menarik wajahnya.Ia terkekeh kecil melihat ekspresi terkejut kekasihnya apalagi sekarang ada rona merah yang menghiasi pipi chubbynya tersebut.

“Terlihat dari sisa ice cream yang tersisa dari sudut bibirmu”

“Kau ‘kan bisa memberitahuku tanpa harus menciumku,Na Jaemin!”ujar Hina kesal sambil memukul lengan Jaemin berkali-kali.Sekarang perasaannya sangat malu,untung tidak ada yang melihat mereka berdua.

“Kau ini! Nanti bagaimana kalau ada yang melihat?”Hina masih kesal dengan Jaemin.Lelaki itu kenapa ceroboh sekali sih.ini kan di tempat umum.

“Sudahlah ayo cepat pulang! Lihat,ternyata sudah pukul 17.04 PM KST”omel Hina sambil melihat jam tangan cokelatnya yang bertengger manis di tangan kirinya.Jaemin yang mendengar omelan Hina bukannya takut malah terkekeh geli.Sudah ia bilang bahwa Hina-nya itu benar-benar imut! Terkadang bertingkah judes,lalu kadang bertingkah manis lalu tak lama kemudian bertingkah judes lagi.

Geurae,geurae.Ayo,naik”Jaemin sudah siap dengan sepedanya,Hina naik sepeda Jaemin di bagian belakang.

“Yak! Pegangan,”ujar pemuda tersebut santai.

“Kubenturkan kepalamu ke dinding Na Jaemin!!”gadis itu mendelik kearah Jaemin.Pria itu selalu mencari-cari kesempatan saja.Sedangkan Jaemin hanya terkekeh senang karena sudah berhasil menggoda Hina-nya.

Yah...walaupun Hina dan Jaemin sering bertengkar tetapi keduanya tidak pernah goyah.Bahkan mereka sangat awet.Sudah 4 bulan Jaemin dan Hina menjalin hubungan.Tentu saja banyak sekali rintangan yang mereka lalui dalam waktu 4 bulan ini.Mulai dari buku catatan matematika Hina yang ditemukan dalam kondisi basah kuyup,padahal besok harinya ia akan ulangan harian.Lalu blazernya yang tertumpah tepung terigu―yang tentunya sengaja dilakukan oleh fangirl Jaemin yang tidak suka dengannya―.Kemudian sepatu sekolah Hina yang solnya sudah terkoyak padahal itu salah satu sepatu sekolah favoritnya,jadi gadis itu terpaksa menggunakan sepatu cadangan―yang untungnya―ada di lokernya.

Tetapi gadis itu memilih untuk diam saja,biarkan saja selama mereka tidak melakukan kekerasan fisik padanya ia tak masalah.Lagipula ia orangnya terlalu cuek dengan orang yang tak terlalu penting baginya tersebut.

Perjalanan dari SOPA menuju rumahnya memakan waktu sekitar 20 menit,sekarang ia dan Jaemin sudah masuk ke pekarangan rumah Hina.

 


Jaemin sudah sampai di depan rumah Hina,rumah dengan cat putih tersebut adalah kediaman keluarga Nakamoto.Hina adalah anak terakhir dari 2 bersaudara.Dan Hina adalah anak dari perusahaan real estate yang ayahnya kelola dari nol hingga sekarang.Gadis itu turun dari sepeda Jaemin.Lalu ia merapikan anak rambutnya yang berterbangan.

Gomawo sudah mengantarkanku,”ucap Hina pelan.

Cheonmaneyo,baiklah sekarang kau masuk.Disini udaranya dingin”Jaemin mengusap lengan atas Hina.

Geurae majayo,kau juga cepat pulang.Lalu jangan lupa makan,mandi habis itu tidur,oke?”perintah Hina sambil  mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Jaemin.Sedangkan lelaki itu hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai jawabannya.

“Kau juga.Makan,mandi,cuci tangan dan kakimu,dan habis itu tidur”

Dengan imutnya Hina mengangguk,Jaemin yang gemas mengacak puncak rambut cokelat Hina sayang. Jaemin melambaikan tangannya lalu Hina membalasnya.Pemuda itu mengayuh sepedanya menjauhi halaman rumah Hina.Setelah punggung Jaemin menjauh Hina membalikkan badannya lalu ia masuk ke rumahnya.

“Aku pulang...”

Ketika gadis itu membuka pintu rumahnya ia melihat seluruh anggota keluarganya lengkap.Ada Yuta oppa,eomma dan appa.Oppa‒nya sedang menonton televisi―bersama ayah―sambil memakan keripik kentang kesukaannya,sedangkan appa di temani dengan segelas coklat panas.Eomma‒nya sedang menata makanan di meja makan.

“Eo? Hina-chan neo wasseo?”tanya Yuta yang baru menyadari keberadaan adik perempuannya tersebut.Hina hanya menjawab dengan gumaman yang tidak jelas.Lalu gadis itu melirik jam di dinding ruang keluarga.18.07 KST.Pantas saja eomma sudah selesai memasak untuk makan malam.

“Hina-ya kau ingin makan dulu atau langsung mandi?”tanya eommanya―Hirai Yuriko―sambil mengelus puncak kepala Hina.

“Aku lapar eomma jadi aku akan makan dulu,habis itu mandi,”

“Baiklah kalau begitu cepat ke meja makan,eomma sudah membuatkan sup tahu dan tauge kesukaanmu”

Ne arasseo


Hina menghempaskan tubuhnya ke atas kasurnya yang empuk,lalu ia membuka ponselnya dan mendapati pesan singkat dari pacarnya.Jari lentik gadis itu dengan cepat membuka pesan singkat dari Jaemin.

To :AyameHina
From : Jae Min_00

Apa kau sudah makan?

Pipi Hina merona.Lalu ia membalasnya.

From :AyameHina
To : Jae Min_00

Umm...sudah.Apa kau sudah makan?

Sambil menunggu balasan dari Jaemin gadis itu menyiapkan mata pelajaran untuk esok hari.Gadis itu berkomat-kamit mencari buku pelajaran sambil membaca jadwal.

Ting...Ting!!

Karena mendengar sebuah pesan masuk,Hina langsung berlari menuju ke atas kasurnya mencari benda persegi panjang berwarna silver tersebut.Lalu membuka pesannya.
To : AyameHina
From : Jae Min_00

Sudah,aku juga sudah mandi.Kau sudah mandi?
Jangan tidur terlalu larut malam,oh ya jangan lupa cuci tangan dan kaki habis itu tidur.Oke.

Senyum Hina mengembang,Jaemin perhatian sekali.Karena perkataan perhatian Jaemin tersebut membuat darah di tubuh Hina berdesir aneh.Ada rasa bahagia yang ia rasakan.

From :AyameHina
To :Jae Min_00

Aku juga sudah mandi,baiklah aku akan langsung tidur,
Jaljayo,Na Jaemin :*

Gadis itu turun dari kasurnya lalu melanjutkan menyiapkan jadwalnya.Setelah rapi ia lalu beranjak lagi menuju ke kasurnya untuk tidur.Ia memasang alarm di ponselnya,lalu menarik selimut putihnya hingga sebatas dada dan mulai menutup matanya.
Gadis itu membuka kelopak matanya lalu ia mengucek matanya sebentar ia melirik jam dinding yang ada di kamarnya.Pukul 01.08 AM KST,ia menyingkap selimutnya lalu berjalan menuju dapur.Ya,tenggorokan gadis itu sekarang benar-benar kering.Ia butuh air.Gadis itu―Hina―membuka pintu kulkasnya lalu mengambil sebotol air mineral dingin dan langsung meminumnya dari botolnya.Setelah selesai ia mengelap sisa air yang berada di bibirnya.Hina mematikan lampu dapur lalu ia berbalik menuju kamarnya.
Hina kembali bergelung dengan selimutnya.

5 menit…

10 menit….

15 menit….

20 menit….

Hina masih saja gelisah di tempat tidurnya,sedari tadi matanya tidak ingin terpejam utuk tidur lagi.Gadis itu menggertakkan giginya,sialan!.Pasti insomnianya sedang kumat.Aish…benar-benar merepotkan.Ia benar-benar lelah,tetapi matanya tidak bisa diajak kompromi.Bagaimana ini?
Hina mengambil ponselnya di atas nakas samping tempat tidurnya.Ia mengirimi pesan singkat kepada Yuta oppa.

From: AyameHina
To : Yuta_95

Oppa. L

‒Send! 01.13 AM KST

Ia kembali merubah posisinya ke kanan dan ke kiri tetapi tetap saja sia-sia.Lalu tak lama kemudian ia mendengar pintu kamarnya di buka lalu menampilkan wajah―bangun tidur―kakaknya di balik pintu.Oppanya itu langsung menghampiri sang adik yang sedang bergelung tidak nyaman di balik selimut.

Waeyo? Insomnia lagi?”ujar Yuta sambil mengelus surai Hina.Gadis itu bangkit lalu bersandar pada papan tempat tidurnya.

“Iya,menyebalkan sekali,”balas Hina sambil mengerucutkan bibirnya.Yuta hanya tersenyum lembut.

“Bagaimana kalau oppa buatkan susu?”tawar Yuta.

“Yang rasa cokelat ya oppa,”

Yuta membalasnya dengan anggukan ringan.Hina langsung menyingkap selimut putihnya dan beranjak dari tempat tidurnya.Yuta mengekori Hina dari belakang.


“Hmm~~ susu buatan oppa memang benar-benar mashita!”Hina menyeka sisa susu coklatnya dengan lidahnya.Mereka―Yuta dan Hina―sedang duduk di ayunan belakang rumah mereka.

“Apa kau sudah merasa baikan?”tanya Yuta sambil menggoyangkan ayunannya dengan kakinya.

“He’em,sekarang aku mulai mengantuk”Hina mengucek matanya.

Geurae,ayo kembali ke kamarmu”

Yuta menuntun adiknya menuju ke kamarnya,lalu ia menyelimutkan tubuh Hina dengan selimutnya.Lelaki itu berbalik tetapi Hina memegang tangannya.

Oppa,gomawo karena sudah menemaniku,mian karena membuat oppa tidak nyaman,”    

“Eo,gwaenchanha saeng…Cha! Sekarang cepat tidur”Yuta mengelus puncak kepala Hina.

Jaljayo oppa

“Hm,nado jaljayo Hina-ya”
Pagi telah menyapa,membuat sinar matahari mengintip lewat celah-celah tirai yang menutupi kamar gadis itu.Ia menggeliatkan tubuhnya lalu mengecek ponselnya sekarang pukul 06.05 AM,gadis itu menyingkap selimutnya lalu berjalan dengan gontai menuju kamar mandi.Hina menarik handuk yang berada di dekat pintu kamar mandinya.

Blam!

Pintu kamar mandi gadis tersebut tertutup rapat.Hina adalah tipe orang yang menjunjung tinggi kebersihan.Maka dari itu ia sangat tidak betah dengan tempat yang kumuh dan kotor.Gadis itu juga benci sekali dengan debu.Hina memang tidak memiliki riwayat penyakit asma tetapi tetap saja ia benci sekali dengan debu.
Dirumahnya tidak ada seekor anjing pun,mau itu anak anjing sekalipun.Karena Hina sangat tidak suka dengan hewan bernama anjing tersebut.Jadi gadis itu lebih memelihara kucing,ikan dan juga kelinci.Hina memiliki 2 ekor kucing dengan jenis anggora,sepasang kelinci berwarna putih dan abu-abu dan memiliki beberapa ikan hias di akuariumnya.
Gadis Jepang tersebut juga penyayang hewan.Ia juga selalu rutin memberikan peliharaan makan dengan jadwal yang sudah di tentukan.
Hina sudah menyelesaikan mandinya sekarang ia juga sudah selesai menggunakan seragamnya.Hina menyisir rambut panjangnya lalu ia mengikatnya menjadi satu.Gadis itu kurang suka menggerai rambutnya,karena menurutnya itu sangat merepotkan.
Biasanya style rambut gadis itu ke sekolah kalau tidak di ikat menjadi satu,di gulung ataupun di kepang dengan berbagai model.Ia sebenarnya pernah ke sekolah dengan rambut tergerai,itupun karena rambutnya yang masih sedikit basah setelah kering gadis itu mengikatnya kembali.
Hina menyambar tasnya yang berada di atas meja belajarnya.Lalu segera bergegas turun untuk sarapan.Setidaknya gadis itu masih memiliki waktu 25 menit lagi untuk berangkat kesekolahnya.
Ohayo”Hina menyapa keluarganya dengan bahasa Jepang.Gadis itu menuruni anak tangga lalu langsung duduk di samping Yuta.Ia melirik kakaknya yang sedang lahap sarapan.Yeah,karena eomma membuatkan makanan kesukaannya.Roti tawar dengan isi selai coklat atau tidak parutan keju.Sekarang diatas meja makan terdapat roti tawar dengan berbagai rasa selai dan beberapa potong roti sandwich dengan isi berbagai macam  sayuran.
“Eo,ohayo.Hina-ya,”balas appa Hina―Nakamoto Komatsu―sambil membaca koran paginya lalu sesekali beliau menyeruput kopi yang sudah di buatkan oleh sang istri.
Sedangkan kakaknya sedang sibuk memakan sandwich sayur kesukaannya dengan lahap.

“Ah iya, eomma hari ini aku membawa bekal saja ya? Sayang uangnya kalau dipakai untuk membeli barang-barang yang kurang bermanfaat,aku juga sedang malas untuk jajan”ujar Hina sambil mengambil roti sandwich―buatan eommanya―dan melahapnya.Ia dan Yuta memiliki kesamaan yaitu tidak suka meminum susu di pagi hari.Apalagi saat sarapan seperti ini.Mereka biasanya meminum air putih.
“Oh begitu? Baiklah eomma siapkan dulu ya bekal makananmu. Ingin menggunakan nasi dengan sayur atau dengan sandwich?”tanya Yuriko sambil berjalan menuju dapur.

“Dua-duanya saja eomma,soalnya aku akan membagikannya dengan temanku,”balas Hina sambil mengelap bibirnya yang basah―karena habis minum―dengan punggung tangannya.

“Baiklah.”

“Oh ya Hina-chan…”suara berat sang ayah menginterupsi.Gadis itu dengan cepat menoleh.

“Ya?”

“Untuk pagi ini kau diantar dengan Yuta ya? Appa ada rapat mendadak pagi ini.”

Hina yang mengerti hanya mengangguk-anggukan kepalanya.Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya.Ia melirik kearah kakaknya yang sedang sibuk sarapan.Lalu dengan pelan ia mendekatkan kepalanya kearah Yuta.Yuta yang asyik makan tidak tahu bahwa Hina mendekatinya.Hina mendekatkan bibirnya di telinga Yuta.Lalu membisikkan;

Oppa,dapat salam dari Jisoo eonni…”

Sontak saja Yuta yang sedang menguyah makanannya langsung tersedak.Lalu ia dengan cepat mengambil segelas air yang berada di dekatnya.Ayahnya yang melihat kelakuan Hina yang jahil hanya terkekeh kecil.
Hina tentu saja tertawa terbahak-bahak,sukses menjahili kakaknya pagi hari ini.Ia juga melihat rona merah di kedua pipi Yuta,gadis berusia 16 tahun tersebut tahu betul bahwa kakaknya itu menyukai teman sekelasnya sekaligus sunbaenya di sekolah yang bernama Kim Jisoo tersebut.
                       ( Kim Jisoo ― BLACKPINK)

Yuta sering cerita bagaimana sosok Jisoo kepadanya,kalau menurutnya sendiri sih Jisoo eonni memang seseorang yang ramah dan hangat.Jadi ia tentu saja merestui jika Yuta oppa menyukai Jisoo eonni.Hina akui bahwa Jisoo eonni memang benar-benar cantik untuk segi fisik, Jisoo eonni juga memiliki tubuh yang proporsional.
Oppa,kapan kau akan mengungkapkan perasaanmu kepada Jisoo eonni? Kalau kelamaan keburu di ambil oleh tetangga sebelah tuh!”ujar Hina lagi sambil memasukkan wadah bekal yang tadi ibunya berikan.
Pemuda berusia 18 tahun tersebut tentu saja tahu betul siapa yang adiknya sebut dengan tetangga sebelah.Tentu saja Kim Hanbin yang juga menyukai Jisoo.Kentara sekali bahwa lelaki bermarga Kim tersebut memiliki perasaan kepada Jisoo.Mana Jisoo dan Hanbin sering di kait-kaitkan lagi.Dengan marganya yang sama lah,karena sama-sama memiliki wajah yang rupawan lah,karena cocok dengan Hanbin yang dewasa dan Jisoo yang lemah lembut,dan masih banyak lagi.Tentu saja itu membuat Yuta kesal.
“Mungkin sebentar lagi,Hina-ya.Baiklah sekarang waktunya kita berangkat,”Yuta mengambil tasnya yang berada di belakang tubuhnya lalu ia mengambil kunci motornya yang berada di atas meja makan.Tak lupa juga mereka mencium tangan kedua orang tua mereka.

Eomma,appa kami berangkat!!”Hina melambaikan tangannya.
“Eo,hati-hati di jalan”Yuriko balas lambaian anak gadisnya.Komatsu juga melambaikan tangannya.Motor Yuta sudah meninggalkan pekarangan rumah keluarga Nakamoto.
Yuta memarkirkan motornya di basemant SOPA.Lalu ia membuka helmnya,Hina turun dari motor oppanya.Ia merapikan rambutnya yang berantakan.Lalu memberikan helmnya kepada kakaknya.Tak lama kemudia muncul seorang gadis cantik berusia 18 tahun datang sambil berlari kecil,terlihat di tangan kirinya gadis tersebut memegang sesuatu berwarna putih.Jelas-jelas gadis itu berlari menuju kearah Yuta dan Hina.Gadis berusia 16 tahun tersebut tersenyum puas melihat siapa yang datang sedangkan sang kakak…
“Ternyata kau disini,oh ada Hina-chan ya? Ohayo.Yuta-kun ini ada formulir yang harus diisi tentang camping yang akan diadakan satu bulan lagi.”gadis yang bername tag Kim Jisoo tersebut menyerahkan formulir tersebut sedangkan Yuta dengan wajah yang sedikit memerah menerima kertas formulir tersebut dengan tangan yang bergetar. “Baiklah,kurasa aku harus duluan karena aku harus membagikan lagi formulirnya kepada yang lain.Kalau begitu sampai jumpa Yuta-kun,Hina-chan”Jisoo mengelus puncak kepala Hina sebentar sebelum pergi.Hina melirik sekilas ekspresi Yuta yang menurutnya sangat lucu.Kakaknya kentara sekali malu sekaligus senang pagi-pagi sudah di datangi oleh gadis pujaan hati.Bukankah itu jackpot?
Lalu Hina menyenggol perut Yuta dengan sikutnya. “Heol~ ayo kita ke kelas,aku tahu kalau ada yang sedang berbunga-bunga,aigoo~”
Yuta yang tertangkap basah lalu tertawa canggung dan ia merangkul Hina menjauhi basemant SOPA.
Seorang gadis sedang berjalan dengan tumpukan beberapa buku di genggamannya.Lalu tiba-tiba dari arah yang berlawanan,seseorang menabrak dirinya sehingga membuat buku-buku yang berada di genggaman gadis tersebut terjatuh berserakan di lantai.Gadis itu―Nakamoto Hina―berjongkok untuk memunguti buku-buku yang jatuh.Orang yang menabrak dirinya tersebut juga berjongkok di depannya membantunya memunguti buku yang terjatuh.
“Astaga,maafkan aku,aku benar-benar tidak sengaja,”ujar seseorang tersebut.Lalu ketika pandangan mata mereka bertemu.Hina dan seseorang tersebut sama-sama membelalakkan matanya.

“KAU?!!!”

SUNBAENIM?!”




To Be Continue…



P.S :: Halloha~! Akhirnya selesai juga chapter 1 nya.Maafkan banget kalau jelek ya,soalnya FF ini adalah FF pertama aku.Ini juga aku debut (*yaelah bahasa lu thor‒,‒) sebagai author FF.
Ditunggu commentnya.Okay tunggu chapter 2 nya…
Annyeong^^…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar